Buka Forum Ekonomi Regional Sulawesi, Wagub Sultra Tekankan Pentingnya Pengelolaan Alam Berbasis Ekoteologi
KENDARI – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan nilai-nilai keagamaan.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Forum Ekonomi Regional Sulawesi, yang membahas berbagai tantangan dan peluang pembangunan ekonomi di kawasan Sulawesi.
Dalam forum tersebut, pengelolaan alam berbasis ekoteologi menjadi salah satu perhatian penting. Pendekatan ini menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral manusia dalam mengelola sumber daya alam.
Wagub Sultra menilai pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan seharusnya tidak diposisikan sebagai dua hal yang saling bertentangan. Keduanya perlu berjalan beriringan agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menurutnya, Sulawesi memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar dan menjadi salah satu kawasan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, potensi tersebut harus dikelola secara bijaksana agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan dan persoalan sosial di kemudian hari.
Konsep ekoteologi, kata dia, dapat menjadi landasan dalam membangun kesadaran bahwa alam bukan sekadar sumber ekonomi, tetapi juga bagian dari amanah yang harus dijaga.
Pengelolaan sumber daya alam perlu mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem, kepentingan masyarakat sekitar serta generasi mendatang.
Forum Ekonomi Regional Sulawesi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh agama dan masyarakat dinilai penting untuk menghasilkan kebijakan ekonomi yang berkelanjutan.
Wagub berharap forum tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat menghasilkan gagasan dan langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Sulawesi dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Pembangunan ekonomi, menurutnya, harus mampu menciptakan kesejahteraan tanpa mengorbankan alam yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.